Entah bayang apa yang akan aku lakukan untuk dapat menghapus semua asa yang berada dalam benakku. Semua terasa sesak dan sempit saat aku kehilangan dia. Dia sebagai penyemangat hidupku. Dia yang selalu memberikan pandangan halus dalam dada ini pun tak akan pernah terasa kembali. Mungkin ini merupakan salah satu cara Tuhan berkomunikasi denganku. Memberikan sebuah peringatan yang memang harus aku jalani setiap harinya. Termasuk "KEHILANGAN DIA".
Waktu itu kekuatan tubuh dan hati ini masih kuat. tidak ada terjadi apa-apa, apalagi terluka. Namun, seketika tubuh ini ringkih tak tertahan saat ucapan kata PUTUS itu terucap di bibir lebarnya. Ingin mengeluarkan air mata, tapi apalah daya. Aku sama sekali tak dapat melakukan itu. Tubuhku sudah terlanjur kaku dan tak dapat berbuat apa-apa. Jadi, beginikah cara Tuhan berkomunikasi denganku? Semudah itu kah dia pergi dari kehidupanku? Seburuk itu kah aku dimatanya? Sehina itu kah aku dihadapannya?
Aku menyesal telah berbuat dengan amat sangat bodoh selama menjalin hubungan dengannya. Aku terlalu tulus mencintainya. karena, aku hanya mempunyai ketulusan. Aku menyesal! Aku menyesal! AKU MENYESALLLL!!!!
Sekarang, bisa kah aku segera move on dari segala macam hantaman hidup yang merupakan separuh darinya adalah hidup dan matiku?